KEUANGAN
 
Selasa, 17 Maret 2009 | 08:55
 
 
 
 

JAKARTA. Para pekerja yang ikut program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) boleh bergembira. Mimpi untuk punya rumah sendiri dengan harga yang terjangkau bisa menjadi nyata.

PT Jamsostek berniat terus menambah dananya di Bank Tabungan Negara (BTN). Penambahan dana itu bertujuan mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masassya menyatakan, penempatan dana Jamsostek di BTN saat ini sudah mencapai Rp 1,9 triliun. "Penambahan dana nanti sangat tergantung pada dana investasi baru, batas alokasi investasi ke perbankan, dan program yang dijalankan BTN," ujar Elvyn.

Dalam kesepakatan awal, Jamsostek berkomitmen menyalurkan dana ke BTN sebesar Rp 1 triliun. Hingga akhir tahun 2008, penyaluran dana yang terealisasi sudah mencapai Rp 700 miliar. Berarti sudah ada penambahan sekitar Rp 1,2 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2009 ini.

Deputi Perumahan Formal Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Zulfi Syarif Kotto juga menjelaskan bahwa setoran dana Jamsostek itu akan digunakan sebagai subsidi untuk pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bagi para anggota Jamsostek.

Di musim kering likuiditas seperti sekarang, kerjasama ini jelas menguntungkan BTN. Dana segar dari Jamsostek bisa mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Sekaligus mendukung program Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR).Dus, dana tersebut mampu menopang pendanaan BTN dalam menyaluran KPR.

Wakil Direktur Utama PT BTN Evi Firmansyah pun menandaskan bahwa dana Jamsostek tersebut akan dipakai untuk memberikan subsidi penyaluran KPR. "Kami bisa menggunakan dana Jamsostek sebagai subsidi uang muka atau subsidi bunga kredit," imbuh Evi.



Arthur Gideon, Yohan Rubiyantoro KONTAN
 
dibaca sebanyak : 509 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
Tidak terdapat komentar dalam artikel ini
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image
 
  
 
Related News
 
More News