BISNIS
/ Home / Bisnis
 
Jumat, 11 Desember 2009 | 06:15
 
 
 
 

Bisnis fotografi semakin berkembang seiring makin majunya teknologi. Contohnya adalah cetak foto digital tiga dimensi (3D). Teknologi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun harus diproduksi secara massal karena mesinnya terlampau mahal.

Tapi, di tangan Hendri Jana, teknologi 3D bisa ia kembangkan untuk mencetak foto dan lukisan 3D tanpa harus memproduksinya secara massal. Untuk mendukung usahanya, ia mendirikan usaha cetak foto tiga dimensi sejak Maret 2009. "Namun baru saya mulai tawarkan ke pelanggan sejak satu bulan ini," katanya.

Hendri membanderol harga foto 3D ditempatnya mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 1,5 juta per unit. Adapun untuk lukisan 3D ia berikan harga Rp 10.000 sampai Rp 500.000. "Tergantung dari ukuran foto dan kualitas ketajaman gambar," katanya. Meski baru satu bulan Hendri mengkomersialkan usahanya, Hendri sudah mampu meraup omzet tak kurang dari Rp 50 juta di bulan pertamanya ini.

Agar usahanya lebih berkembang, seiring peluncuran usaha cetak 3D nya ini, Hendri sekaligus menawarkan sistem peluang bisnis atau business opportunity (BO). Hendri menyediaan dua paket BO, paket mini studio senilai Rp 35 juta, dan paket studio foto dengan nilai Rp 59 juta.

Saat ini, Hendri mengaku sudah ada beberapa calon mitra yang tertarik bekerjasama dengannya. "Awal tahun depan, mungkin sudah ada cabang baru yang dikelola mitra," ungkap Hendri.



Rizki Caturini
 
dibaca sebanyak : 824 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image