Kontan Online | -
BISNIS
 
Kamis, 17 Desember 2009 | 07:06
 
/news/26891/GAPKI-Unilever-Tidak-Objektif"> UNILEVER VERSUS SMART
 
/news/26891/GAPKI-Unilever-Tidak-Objektif"> GAPKI: Unilever Tidak Objektif
 
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Greenpeace yang mengatakan Smart merusak hutan. ***
 

JAKARTA. Kisruh penghentian pembelian minyak sawit mentah (CPO) buatan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (Smart) oleh PT Unilever Tbk (UNVR) terus bergulir. "Unilever hanya mempertimbangkan (temuan) sepihak dan terburu-buru," kata Joko Supriyono, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Rabu (16/12).

Temuan sepihak yang disebut Joko adalah laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Greenpeace yang mengatakan Smart merusak hutan. Unilever pun memutuskan tidak membuat kontrak pembelian CPO anyar lagi dengan Smart. Sekretaris
Perusahaan PT Unilever Tbk Franky Jamin menyatakan, keputusan Unilever menghentikan pembelian CPO dari Smart itu mengacu laporan dari Greenpeace.

"Greepeace melaporkan ada tindakan yang tidak sesuai dengan kelestarian lingkungan," jelas Franky. Karenanya, Unilever akan menutupi kebutuhan minyak sawitnya dari produsen lain yang mendukung kelestarian lingkungan.

Unilever tetap melanjutkan kontrak dengan Smart yang masih berjalan sampai dengan April 2010 mendatang. “Yang kami tangguhkan adalah kontrak pembelian yang baru,” kata Franky.

Namun menurut Joko, langkah yang ditempuh Unilever tersebut tidak mencerminkan penanganan masalah secara objektif dan bertanggungjawab. "GAPKI memandang penghentian pembelian dan mengumumkannya ke media massa bukan hanya menyangkut kelompok Smart, tetapi juga mempengaruhi sikap industri sawit Indonesia terhadap Unilever," ungkap Joko.

Kehilangan Rp 370 M

Direktur Utama PTSinar Mas Agro Resources and Technology Tbk Daud Dharsono menyatakan, laporan yang disusun oleh Greenpeace terhadap Smart hanya memiliki kebenaran 15% saja, sedangkan 85%-nya dinilai adalah kebohongan.

"Kami sudah menyanggah dan minta rekonfirmasi, namun tidak direspon baik oleh Greenpeace, maupun auditor dari Unilever," jelas Daud. Namun, Smart belum memikirkan apakah akan melakukan tindakan hukum kepada Greenpeace.

Dari Januari hingga September 2009, Smart melakukan transaksi minyak sawit senilai Rp 11 triliun. Dari nilai ini, nilai transaksi dengan PT Unilever Tbk mencapai Rp 370 miliar. Selama ini, Smart hanya menyuplai 5% dari kebutuhan CPO Unilever secara keseluruhan, atau setara dengan volume 47.000 ton.

Setelah Unilver tak mau membeli lagi, akan dikemanakan CPO Smart 'jatah' Unilever? “Sekarang Smart menjual kepada yang mau beli. Kalau tidak ada yang mau beli, ya kita cari,” jelas Daud.



Asnil Bambani Amri
 
dibaca sebanyak : 483 Kali
 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: kanal

Filename: news/sharethis_view.php

Line Number: 4

http%3A%2F%2Fwww.kontan.co.id%2Findex.php%2F%2Fnews%2F26891%2FGAPKI-Unilever-Tidak-Objektif">Share/Bookmark
Font Size : A A A
Terdapat 1 Komentar
 
TULIS KOMENTAR ANDA

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: kanal

Filename: news/komentar_view.php

Line Number: 37

/news/26891/GAPKI-Unilever-Tidak-Objektif" method="post" onsubmit="return CheckKomentar(this)">
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image
 
  
 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/bisnis.php

Line Number: 68

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/bisnis.php

Line Number: 69

 
 
More News
Harian Bisnis & Investasi Kontan
Copyright © 2010, Tabloid Kontan - Harian Kontan, Semua hak diindungi undang undang
KOMPAS GRAMEDIA NETWORKS