BISNIS
/ Home / Bisnis
 
Kamis, 17 Desember 2009 | 11:59
 
 
 
 

JAKARTA. Pengusaha pengguna gula di dalam negeri kian ketar-ketir. Sebab, harga gula di pasar internasional terus membumbung. Harga gula putih dunia pada perdagangan di Bursa Komoditi London, Rabu (16/12) waktu setempat, mencetak rekor tertinggi di tahun 2009 di harga US$ 666 per ton. Harga ini merupakan harga tertinggi semenjak awal tahun 2009 yang masih berada di harga US$ 376 per ton.

"Ini sudah harga mengkhawatirkan, karena stok gula di negara produsen sudah menipis," kata Natsir Mansur, Ketua Asosiasi Pedagang Terigu dan Gula Indonesia (Apegti). Natsir menjelaskan, harga gula yang menjulang itu akan membuat negara pengimpor gula kelabakan. Sebab, bagi mereka itu adalah pilihan pahit, harus mengimpor gula tapi dengan harga selangit. Imbasnya, untung bakal makin tergerus, malah bisa jadi nombok.

"Termasuk Indonesia yang tidak akan memiliki pilihan lain selain impor," jelas Natsir. Menurutnya, dengan realisasi harga impor gila sebesar US$ 666 per ton, maka harga gula sampai di pelabuhan Indonesia bisa mencapai Rp 10.500 per kg setelah ditambah ongkos pengapalan, sewa gudang, pajak dan penyusutan. Tentu, harag di konsumen akan jauh lebih besar dari pada harga tersebut.



Asnil Bambani Amri
 
dibaca sebanyak : 691 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
Tidak terdapat komentar dalam artikel ini
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image