TOKYO. Pemerintah Jepang menyatakan penguatan mata uang yen akan menjadi ancaman bagi pemulihan ekonomi di negeri itu.
Nilai tukar yen Jepang terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (27/11) mencapai ¥ 84,83 /US$, atau terkuat sejak Juli 1995. Penguatan yen ini akan berdampak serius kepada lemahnya daya saing produk ekspor Jepang di luar negeri, seperti produk Sony, Toyota, dan juga Honda.
Untuk itu Menteri Keuangan Jepang Hirohisa Fujii menyatakan, kini pemerintah memperhatikan lebih dekat, meski ini bukan sebagai sinyal bagi intervensi pasar. Menurut dia, kondisi ini bisa jadi ancaman bagi perekonomian.
Salah satu pemicu penguatan yen kemarin adalah adanya pengumuman bahwa angka pengangguran di Jepang mulai berkurang sejak krisis. Pemerintah khawatir, jika kondisi ini terus berlanjut bisa menyebabkan deflasi di negeri ini. Meski sebenarnya penguatan yen ini juga menyebabkan impor bahan baku dari luar negeri turut menjadi murah.