SHANGHAI. Meski ancaman inflasi menghantui China, toh tidak menyurutkan bank setempat untuk terus mencari sumber pendanaan. Salah satunya adalah Bank of China. Sebagai bank pemberi pinjaman terbesar kepada pihak asing, Bank of China berencana akan menerbitkan surat utang subordinasi senilai 24,9 miliar yuan atawa setara dengan US$ 3,7 miliar.
Menurut rencana, Bank of China bakal mengeluarkan surat utang tersebut di kuartal pertama tahun ini juga. Demikian The Shanghai Securities News memberitakan.Rencananya, obligasi subordinasi ini punya durasi 15 tahun serta ada pembelian kembali selama 10 tahun.
Bank of China memang punya rencana untuk menerbitkan instrumen ekuitas.Lantaran salah satu surat utang mereka bakal jatuh tempo bulan Maret nanti.
Jadi, surat utang yang teranyar ini bakal menggantikan surat utang yang terdahulu. Bulan Januari kemarin, Bank of China sempat berujar akan menerbitkan instrumen ekuitas anyar yang nilainya setara dengan 20% saham mereka yang ada di publik. Tujuannya adalah untuk memperkuat struktur modal mereka.
Nah, Bank of China yakin. Dengan bakal bertambahnya modal, mereka bisa menggolontorkan dana lebih cepat ke pasar. Pasalnya, salah satu bank terbesar di negeri tirai bambu ini sudah melakukan pemangkasan suku bunga bagi kreditur kredit perumahan.