-
Pohon(Kamis, 03 Desember 2009 | 10:23 )Hore...Emas lari dengan kencangnya.Semoga lari terus sekencang kencang mumpung musuh nggak punya tenaga dan mau mati
JAKARTA. Harga emas berlari semakin kencang. Sampai pukul 18.00 WIB kemarin, harga kontrak emas di divisi Comex NYMEX Amerika Serikat (AS) telah melewati angka keramat US$ 1.200 per ons troy dan menjejak angka US$ 1.211 per ons troy (setara 31,1 gram).
Para analis pun buru-buru mengerek target harga emas tahun ini yang semula mereka patok US$ 1.200 per ons troy. "Emas berpeluang memecah rekor baru di US$ 1.300 sampai US$ 1.400 per ons troy hingga akhir 2009," kata Ibrahim, Analis Asia Kapitalindo Futures, kemarin.
Pelemahan dollar AS menjadi pemicu utama kenaikan harga emas. Bukan hanya investor ritel yang rajin memburu komoditas ini. Bank sentral sejumlah negara pun ikut memborong emas untuk memperkuat cadangan devisa. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum pasti, perburuan emas tampaknya belum akan mereda dalam jangka pendek. "Harga emas belum bubble," ujar Ibrahim.
Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures menilai, tak ada salahnya investor membeli emas saat harganya tinggi seperti saat ini. Toh, arah ekonomi saat ini belum jelas.
Ibrahim menimpali, cadangan emas Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan dijual tahun ini tersisa 189,3 ton. Dua macan Asia, India dan China merupakan dua pembeli siaga stok IMF ini. Belum lagi, Rusia berniat menjual 50 ton cadangan emasnya untuk mendanai program stimulus. "Aksi beli emas masih terus berlanjut hingga akhir tahun ini," ujar Ibrahim. Dan, ini akan mengerek harga emas.
Seiring harga di pasar global, harga emas batangan di pasar domestik ikut melambung. Kemarin, harga emas batangan di Logam Mulia naik 2,2% menjadi Rp 375.000 per gram untuk emas seberat satu kilogram. "Apabila permintaan terus naik, harga emas batangan bisa Rp 400.000," kata Martono, Manajer Pemasaran Logam Mulia.