A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: news/komentarnya_view.php
Line Number: 3
JAKARTA. Musim pembagian dividen segera tiba. Dan di masa itu, biasanya saham emiten yang menjanjikan dividen bakal mendaki. Maklumlah, investor memburu saham-saham tadi untuk ikut menikmati pembagian laba usaha.
Berdasarkan catatan KONTAN, ada tiga emiten di Bursa Efek Indonesia yang berniat menggelontorkan dividen di semester pertama 2010. Mereka adalah PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Astra International (ASII) dan PT Matahari Putra Prima (MPPA).
Indra Ginting, Direktur Hubungan Investor dan Sekretaris Perusahaan INCO, menjelaskan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah menyetujui pengucuran dividen luar biasa senilai US$ 0,0141 per saham. Sumber pembayaran dividen adalah laba ditahan INCO tahun 2008 senilai US$ 850 juta.
INCO juga akan membagikan sisa dividen interim 2009 senilai US$ 0,01107 per saham. Rencana ini telah diumumkan pada November 2009. Total sisa dividen INCO 2009 sebesar US$ 106 juta. Dividen ini akan dibayarkan pada 14 April 2010 ke pemegang saham yang namanya telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (cum dividen) pada 29 Maret 2010.
Sementara ASII akan membagikan sisa dividen 2009 senilai Rp 830 per saham. Jika pemegang saham menyetujui rencana itu, total dividen ASII di 2009 mencapai Rp 1.120 per saham. Lalu, MPPA juga akan mengguyur dividen 2009 senilai total Rp 1 triliun. MPPA dan ASII masih membahas jadwal pembagian dividen.
Selain ketiga emiten tersebut, para analis memprediksi, emiten sektor pertambangan juga membagi dividen gede pada tahun ini. Maklum, jumlah produksi dan harga komoditas terus naik selama setahun terakhir. "Mungkin ada penurunan nilai dividen di ANTM, PGAS dan TINS," ujar Kepala Riset Bhakti Securities, Edwin Sebayang.
Kepala Riset Mandiri Sekuritas, Ari Pitoyo, menimpali, hanya emiten batubara yang mungkin akan membagi dividen lebih besar. Adapun dividen emiten perkebunan dan logam akan sedikit menurun.
Ari juga mengingatkan, musim dividen ini jangan dianggap sebagai musim berburu saham demi mendapatkan dividend yield semata. Sebab, "Yield sedikit, hanya 3%-4% dari harga saham," ujar dia. Dus, Ari menyarankan, lebih baik investor fokus berinvestasi pada perusahaan yang memiliki kinerja dan fundamental yang kokoh.