INVESTASI
 
Rabu, 10 Maret 2010 | 07:33
 
 
 
 

JAKARTA. Aksi PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengunjungi para investor di luar negeri sejak bulan lalu membawa segudang makna. Salah satunya adalah tawaran perusahaan pengembang properti ini kepada investor di Jepang untuk berinvestasi di proyek infrastruktur.


Hiramsyah S. Thaib, Presiden Direktur ELTY, mengatakan, penawaran ini dilakukan saat pihaknya berkunjung ke Jepang, akhir Februari lalu. "Ada sembilan investor institusi besar yang berminat berinvestasi di ELTY," imbuhnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Tapi, dia enggan menyebutkan identitas para calon investor tersebut.


Hiramsyah menuturkan, dari sembilan investor tersebut ada yang tertarik membeli langsung saham ELTY sebagai portofolio investasinya. Ada juga yang tertarik berinvestasi pada proyek-proyeknya. "Kalau pada proyek, kami bisa share hingga 30%," katanya. Yang jelas, ELTY akan tetap menjadi pemilik mayoritas dan pengendali dalam setiap proyeknya.


Beberapa proyek yang ditawarkan ELTY adalah properti perkotaan, rumah tinggal (landed house), hotel, resort serta proyek jalan tol dan pengadaan air bersih. Kini, ELTY tengah menunggu kejelasan dari pembicaraan awal dengan para calon investor itu. "Mungkin satu hingga tiga bulan ke depan sudah ada kejelasan," kata Hiramsyah.


Alternatif permodalan


Tapi, dia membantah penawaran yang diajukan ELTY kepada investor Jepang untuk menggantikan posisi Limitless Holding dalam proyek Rasuna Epicentrum. Maklum, saat ini ELTY masih menunggu sikap Limitless sebagai pemilik saham proyek Rasuna lewat kepemilikan 30% saham di PT Bakrie Swasakti Utama. Meski pembicaraan mengenai nasib kerjasama itu sudah berlangsung sejak Februari lalu, Limitless hingga kini belum memberikan kepastian.


Sekedar mengingatkan, induk usaha Limitless, yaitu Dubai World, tersandung kesulitan finansial. Sehingga, gagal membayar obligasi jatuh tempo sebesar US$ 3,52 miliar pada akhir tahun lalu. Kondisi ini memicu ketidakpastian investasi Limitless di Indonesia.


Analis dari E-Trading Securities Isfhan Helmy menilai, langkah ELTY menggandeng investor Jepang merupakan hal positif. ELTY jeli melihat peluang dari revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41/1996 tentang Hak Pakai Properti oleh Warga Negara Asing. "Asing bisa miliki properti. Peluang ini dimanfaatkan ELTY dengan menawarkan proyeknya pada investor Jepang," ujarnya.


Revisi PP ini memberi celah kepada emiten properti, seperti ELTY, untuk menggandeng mitra dari mancanegara ikut menanamkan modalnya. "Hal itu akan lebih menguntungkan karena ELTY tidak perlu mengambil kredit bank yang bunganya tinggi," imbuh Isfhan.


Dia memperkirakan, pendapatan ELTY tahun lalu mencapai Rp 1,26 triliun dengan laba bersih Rp 212 miliar. Sementara tahun ini, ia memprediksi pendapatan ELTY melonjak jadi Rp 2,06 triliun dan laba bersih Rp 388 miliar. Isfhan merekomedasikan beli saham ELTY dengan target harga Rp 500 per saham. Kemarin, harganya masih Rp 250 per saham.



Abdul Wahid Fauzi, Sofyan Nur Hidayat
 
dibaca sebanyak : 649 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image
 
  
 
 
More News