JAKARTA. Situasi pasar bursa yang masih gonjang-ganjing membuat PT Jamsostek (Perseroan) memikirkan kembali rencana investasinya. Rencananya, jamsostek bakal mengurangi investasi dalam bentuk saham.
Asal tahu saja, pada 2008 lalu, Jamsostek sudah menginvestasikan dananya dalam bentuk saham sebesar 20% yang nilainya mencapai Rp 12 triliun. "Tahun 2009 ini, nilai investasi akan diturunkan menjadi Rp 9 triliun hingga Rp 10 triliun," ujar Presiden Direktur PT Jamsostek Hotbonar Sinaga.
Untuk investasi tahun ini, Jamsostek masih membidik saham-saham unggulan blue chip. Beberapa di antaranya yakni Telkom, Indofood dan Semen Gresik. Hotbonar beralasan, perusahaan-perusahaan tersebut masih membagikan dividen dan menguntungkan.
Pada investasi lalu, Jamsostek mendapatkan untung sebesar Rp 957 miliar. Nah, jumlah ini ditargetkan akan mengalami peningkatan menjadi Rp 1,037 miliar pada 2009. "Keuntungan berasal dari investasi dalam bentuk obligasi sekitar 50%, deposito 30%, dan sekitar 3% dari properti dan investasi langsung," papar Hotbonar.
Saat ini, Jamsostek memfokuskan invetasi kepada obligasi dan deposito. "Untuk sukuk ritel, kami juga sudah membeli sebesar Rp 100 miliar," jelas Hotbonar.