KEUANGAN
 
Kamis, 26 November 2009 | 18:57
 
 
 
 

JAKARTA. Dugaan mengalirnya sejumlah dana bail out Bank Century senilai Rp 6,7 triliun ke kantong Partai Politik (parpol) tertentu dibantah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kepala Eksektutif LPS Firdaus Djaelani menegaskan, tidak satu sen pun dana bailout Century tersebut mengalir ke kas Partai Politik atau tim sukses.

Menurut Djaelani, pihaknya bisa melihat penarikan uang sebesar Rp 4 triliun dari kas Century ke pemilik rekening bank yang kini bernama Mutiara tersebut. "Kami bisa melihat, uang yang keluar Rp 4 triliun dari Century itu merupakan penarikan murni oleh pemilik rekening. Tapi, uang itu bisa saja mengalir ke bank lain, dan setelah itu kami tidak bisa tahu kemana lagi alirannya," papar Firdaus di acara Press Briefing Bank Mutiara, Kamis (26/11).

Firdaus mengakui, pasca putusan bailout, selama rentang waktu November sampai Desember, arus dana yang ditarik oleh para deposan memang amat deras. Firdaus membeberkan, untuk kategori nasabah kecil yang nilai simpanannya di bawah Rp 2 miliar ada sekitar 8.250 nsabah. "Nilai total duit yang ditarik Rp 2,2 triliun," ujarnya.

Adapun untuk nasabah kakap, selama periode yang sama, tercatat ada penarikan dana mencapai Rp 1,8 triliun oleh kurang lebih 328 nasabah. Nilai simpanan rata-rata nasabah kakap tersebut adalah sekitar Rp 5 miliar. "Total penarikan oleh nasabah besar senilai Rp 1,8 triliun," kata Firdaus. Sayang, Firdaus enggan mengungkap nama-nama nasabah kakap Bank Century yang saat itu menarik dana. "Tapi, yang paling besar adalah BUMN," ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, pada periode November hingga Desember 2008, nilai total deposito Bank Century yang jatuh tempo mencapai Rp 6,8 triliun. Firdaus menegaskan, LPS sebagai pemegang saham Bank Century juga meminta pihak manajemen untuk melakukan upaya agar penarikan dana oleh nasabah sedikit tertahan. "Kami ajak bicara para nasabah sehingga yang dicairkan hanya sebesar 45% saja," katanya. Dus, sebanyak 55% deposito jatuh tempo bisa diroll-over lagi.

Soal mengalirnya dana bailout Century ke Parpol, Manajemen Bank Mutiara juga mengaku tidak tahu menahu. "Kami tidak tahu, dari penelitian kami misalnya itu ditransfer ke bank lain, setelah itu kemana mengalirnya kami tidak tahu," ujar Direktur Utama Bank Mutiara Maryono. Namun, Maryono menegaskan, besarnya dana yang ditarik oleh nasabah hingga sebesar Rp 4 triliun, salah satunya disebabkan oleh tingginya rasa ketidakpercayaan yang sudah merasuki nasabah Century ketika itu.



Ruisa Khoiriyah
 
dibaca sebanyak : 509 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
Tidak terdapat komentar dalam artikel ini
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image
 
  
 
 
More News