JAKARTA. Setelah gagal meluncur September lalu, bank umum syariah (BUS) milik PT Bank Central Asia Tbk. memasang jadwal beroperasi yang baru, yaitu kuartal satu tahun 2010. Ketua Tim Persiapan Pendirian BCA Syariah, Yana Rosiana menuturkan, pengoperasian BUS sudah memasuki tahap akhir.
Beberapa persiapan yang sudah rampung antara lain penyediaan sumber daya manusia (SDM), produk, infrastruktur baik teknologi informasi maupun kantor, serta proses konversi. "Melihat hasil persiapan, kami pastikan paling lambat kuartal satu tahun depan BCA Syariah sudah bisa beroperasi," jelas Yana, akhir pekan lalu.
Yana menampik spekulasi bahwa peluncuran BCA Syariah tertunda karena menghadapi keterbatasan SDM serta lambatnya proses pengurusan izin di Bank Indonesia (BI). "Tidak ada kendala. Kami melakukan penundaan karena kami ingin persiapannya benar-benar matang. Jadi saat peluncuran, BCA Syariah bisa langsung diterima dengan baik oleh masyarakat," jelasnya.
BI sendiri sudah mengakui, keterbatasan SDM telah menyebabkan pengoperasian beberapa bank syariah tertunda sepanjang tahun ini. Keterangan itu disampaikan Deputi Direktur Perbankan Syariah BI, Mulya Effendi Siregar, dalam seminar mengenai perbankan syariah 2010 yang berlangsung awal pekan lalu.
Yana memaparkan, Tim Persiapan BCA Syariah sudah melakukan persiapan, termasuk konversi produk dana dan kredit menjadi produk syariah.
Upaya sosialisasi dan edukasi mengenai perbankan syariah juga dilakukan Tim Persiapan BCA Syariah ke para nasabah BCA saat ini. "Kami lakukan gathering maupun tatap muka langsung dengan nasabah. Jadi, kami berharap nasabah BCA bersedia bergabung dengan BCA Syariah," tutur Yana.
Tim Persiapan menempatkan pengembangan SDM sebagai prioritas utama dalam agenda persiapan. "Makanya kami berikan pelatihan dengan standar mutu yang bagus," katanya.
Adapun persiapan infrastruktur dan pengurusan aspek legal BCA Syariah hingga kini masih berlangsung.
Ruisa Khoiriyah