-
Fauzi(Jumat, 08 Januari 2010 | 09:26 )yaaa...karena sektor riil tidak mau direpotkan oleh fluktuasi bunga rate dan mereka masih trauma dengan gejolak krisis global akhir tahun kemarin....
JAKARTA. Bankir bersikukuh tingkat bunga kredit bukan menjadi satu-satunya penentu pertumbuhan kredit. Namun, pertumbuhan
kredit lebih ditentukan oleh pertumbuhan investasi sektor riil.
Ketua Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengungkapkan ini dalam acara paparan mengenai
rencana Asia Pasific Conference and Exhibition 2010 (APCONEX), Jakarta, Kamis, (7/1).
Menurut Sigit, bunga kredit perbankan sekarang merupakan yang paling rendah dalam sejarah perbankan. Rendahnya bunga kredit di luar negri, menurutnya, dikarenakan biaya dana di luar negri juga rendah.
Menurut Sigit, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5,5-6% di tahun ini, berarti bank harus menumbuhkan kredit 4 kali lipat dari target pertumbuhan ekonomi. "Itu berarti sekitar 22-24%," ucapnya.
Padahal, di tahun 2009, total kredit mubazir alias undisbursed loan di perbankan mencapai Rp 270-280 triliun. "Sektor riil belum banyak menggunakan kredit, mereka masih banyak menggunakan cashflow internal mereka sendiri," ucapnya.