KEUANGAN
 
Senin, 08 Februari 2010 | 12:03
 
 
 
 

Pertumbuhan kredit untuk sektor industri manufaktur hingga akhir tahun 2009 mengalami penurunan. Sementara untuk sektor lainnya tetap mengalami pertumbuhan positif.

Mengutip data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, hingga akhir Desember 2009, total outstanding kredit untuk sektor manufaktur mencapai Rp 246,19 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 8,6% jika dibandingkan total kredit untuk sektor industri manufaktur di tahun 2008 yang sebesar Rp 269,58 triliun.

Penurunan kredit terbesar di sektor industri manufaktur terjadi pada bank asing dan campuran. Per Desember 2009, total kredit untuk sektor manufaktur di perbankan asing mencapai Rp Rp 59,31 triliun. Jika dibandingkan dengan total kredit di tahun sebelumnya, sektor manufaktur menyumbang kredit hingga Rp 74,46 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 20,3%.

Sementara penyaluran kredit manufaktur di Bank Pembangunan Daerah (BPD) justru tumbuh paling tinggi. Per Desember 2009, total kredit BPD untuk manufaktur mencapai Rp 1,146 triliun. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 40,7% jika dibandingkan total kredit tahun sebelumnya untuk sektor yang sama sebesar Rp 814 miliar.

Bank BUMN dan Bank Swasta sama-sama mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 4,4%. Hingga akhir tahun 2009, pengucuran kredit bank pelat merah untuk manufaktur mencapai Rp 533,9 triliun sementara bank swasta mencapai Rp 92,74 triliun. Sementara kredit BPR untuk sektor tersebut tercatat sebesar Rp 505 miliar, naik 18,5% dibanding tahun sebelumnya.



Herry Prasetyo
 
dibaca sebanyak : 139 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
Tidak terdapat komentar dalam artikel ini
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image
 
  
 
 
More News