JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis penerapan Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (Simwas) yang baru, bisa dilakukan tahun ini. Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI Joni Swastanto mengatakan, Simwas merupakan sistem internal BI yang bisa membuat pengawasan terhadap bank makin efektif dan efisien.
"Kami sudah punya software-nya. Tinggal memasukkan user name dan password, pengawas bisa langsung melihat tingkat kesehatan bank," ujar Joni kepada KONTAN, Minggu (7/2).
Rencananya, dengan sistem itu petugas pengawas bank BI bisa melihat seketika dalam layar komputer pribadinya, data pokok bank, data keuangan, dan tingkat kesehatan bank. Selain itu, petugas juga bisa membaca laporan rutin dan non rutin, early warning system, analisis pengawas, penelitian, informasi perbankan, termasuk hasil fit and proper test alias uji kelayakan dan kepatutan.
Joni berharap, opsi-opsi tersebut sudah bisa selesai tahun ini. "Nanti kami masukkan juga soal (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) PSAK 50 dan PSAK 55," imbuh Joni.
Sebenarnya, pengembangan Simwas secara resmi sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Mei 2002, sejalan dengan diberlakukannya Surat Edaran (SE) Intern BI No. 4/17/INTERN tanggal 23 Mei 2002. Surat edaran tersebut kemudian diubah dengan SE Intern BI No. 9/52/INTERN tanggal12 Desember 2007 tentang Sistem Informasi Manajemen Sektor Perbankan BI.
Jadi, pengembangan tersebut sudah berlangsung selama delapan tahun. Sistem terakhir yang akan diintegrasikan dalam software adalah peraturan internasional mengenai PSAK 50 dan 55 termasuk integrasi dengan modul Simwas bank perkreditan rakyat (BPR) alias Simwas BPR.
Seluruh pembaruan sistem itu nantinya masuk dalam sebuah sistem yang bernama Sistem Informasi Manajemen – Sektor Perbankan Bank Indonesia (SIM-SPBI). Simwas tergabung bersama dua jenis sistem lainnya yang disebut Sistem Informasi Bank dalam Investigasi (SIBADI) dan Data Mart Data Pokok Bank.
SIBADI merupakan sistem informasi untuk meningkatkan tertib administrasi dan kemudahan pemantauan tugas investigasi tindak pidana di perbankan. Sementara Data Mart Data Pokok Bank menyediakan informasi yang berkaitan dengan kelembagaan, kepemilikan dan kepengurusan, operasional, dan strategi pengawasan pada suatu bank.
Sayang, Joni mengaku tak tahu berapa total biaya yang dikeluarkan BI untuk pengembangan software alias perangkat lunak untuk Simwas ini. "Itu yang tahu direktorat teknologi," tuturnya.