-
Andri(Selasa, 09 Februari 2010 | 03:06 )Lanjutkan!
Akses kredit ke perbankan selama kuartal keempat tahun lalu dinilai semakin sulit ketimbang kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari dari hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Hasil survei triwulanan yang dilakukan terhadap 2.400 perusahaan yang tersebar di Indonesia menunjukkan, sebanyak 20,97% responden menyatakan sulit untuk mendapat akses kredit. Sementara 63,07% responden menyatakan biasa dan 15,95% responden menyatakan mudah dalam memperoleh akses kredit ke bank.
Sebanyak 35,51% dari jumlah responden menyatakan, penyebab sulitnya akses kredit ke bank adalah karena suku bunga kredit yang terlalu tinggi. Sementara itu, 22,46% responden menyatakan alasan persyaratan kredit yang terlalu rumit.
Adapun 21,01% responden mengaku kesulitan karena permasalahan ketersediaan jaminan. Dan, 12,32% responden menunjuk pada kebijakan bank sebagai sumber kesulitan.
Metode perhitungan ini dilakukan dengan metode saldo bersih (SB-net balance), yakni dengan menghitung selisih antara presentase jumlah responden yang memberikan jawaban "meningkat" dengan presentase jumlah responden yang memberikan jawaban "menurun" dan mengabaikan jawaban "sama".
Melalui metode tersebut, survei ini menunjukkan, saldo bersih mengenai akses kredit pada periode kuartal keempat sebesar -5,02%, lebih besar ketimbang periode sebelumnya yang sebesar -3,02%