A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: news/komentarnya_view.php
Line Number: 3
JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga masih sulit untuk membaik.
Karenanya, pemerintah akan terus menyoroti realisasi perdagangan internasional. "Terutama di sisi ekspor-impor, yang sepertinya belum membaik," kata dia, Rabu (16/9).
Menurut dia, kinerja ekspor dan impor sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global. "Makanya kami belum mengubah proyeksi pertumbuhan ekspor-impor karena perekonomian global belum menunjukkan perubahan pada triwulan III dan IV," paparnya.
APBN 2009 menyebutkan, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekspor bakal minus 13,2%. Sementara pertumbuhan impor diperkirakan minus 15,8%. Ani mengatakan, perlambatan ekspor akan dikompensasi oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.
Untungnya, pada triwulan III ada hari raya dan puasa. "Biasanya meningkatkan volume dan aktivitas konsumsi rumah tangga," sambungnya.
Meski begitu, investasi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan lebih baik dibandingkan triwulan II lalu. "Investasi sepertinya mengalami perbaikan di level yang selama ini pemerintah perkirakan, yaitu tumbuh 3% atau 4%," sambungnya.
Dia menjelaskan, selama triwulan II, investasi sudah tumbuh 2,4%. "Apabila investasi tumbuh sesuai perkiraan, maka ada tanda-tanda pemulihan dan konsolidasi kegiatan ekonomi," jelasnya.
Sementara, belanja pemerintah akan tumbuh semakin cepat pada triwulan III. "Biasanya belanja pemerintah mulai cepat pada triwulan terakhir," ujar dia.
Ani menyimpulkan, investasi dan konsumsi rumah tangga bakal menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan III. "Kami berharap konsumsi rumah tangga tetap kuat dan tinggi. Sementara investasi mulai menunjukkan pemulihan, terutama didukung oleh pemulihan ekonomi dunia dan sentimen positif di pasar modal dan surat utang," jelasnya.