NASIONAL
 
Kamis, 17 September 2009 | 09:26
 
 
 
 

JAKARTA. Pemerintah yakin, pada triwulan III-2009 ini, pertumbuhan ekonomi akan lebih kencang dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Sebab, penyerapan belanja Pemerintah bakal lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, belanja Pemerintah memang bakal lebih banyak terserap pada triwulan III. Alhasil, investasi dan konsumsi rumah tangga akan terdongkrak dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada triwulan III-2009 ini, ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kondisi ini didorong oleh tren pemulihan ekonomi dunia. Pemilihan juga ditandai oleh, "Sentimen positif di pasar modal dan penyerapan surat utang, baik Pemerintah maupun perusahaan," jelas Sri Mulyani, Rabu (16/9).

Pemerintah memang masih belum berharap banyak dari kinerja ekspor impor. Meski kondisi ekonomi global mulai membaik, tapi perdagangan internasional masih berjalan lambat. "Terutama di sisi ekspor-impor yang sepertinya belum membaik," papar Sri Mulyani.

Berbeda dengan sektor lain, Pemerintah belum akan merevisi proyek kinerja ekspor dan impor tahun ini. Sebab, "Belum ada perubahan prediksi terhadap perekonomian global pada triwulan III dan IV tahun ini," papar Sri.

Sekadar informasi, dalam APBN-P 2009, Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekspor bakal minus 13,2% dan impor juga bakal minus 15,8%. Menurut Menkeu, pelambatan kinerja ekspor akan dikompensasi oleh kenaikan konsumsi rumah tangga dan investasi. Di triwulan III ini, Pemerintah memperkirakan investasi bakal tumbuh 3%-4%, lebih tinggi dari triwulan II yang sebesar 2,4%.



Martina Prianti
 
dibaca sebanyak : 613 Kali
 
Share/Bookmark
Font Size : A A A
 
Tidak terdapat komentar dalam artikel ini
 
TULIS KOMENTAR ANDA
Nama
Email
Komentar
 
 
Verifikasi gambar CAPTCHA Image