JAKARTA. Pemerintah memastikan hingga akhir tahun target produksi minyak mentah siap jual atau lifting tidak akan mencapai 960.000 per barel sesuai dengan amanat APBN. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, hingga kini lifting masih di bawah 960.000 per barel.
"Masih sekitar 950.000 per barel, tidak tercapai kayaknya," ujar Anggito usai rapat pimpinan di Departemen Keuangan, Rabu Sore (16/12). Namun, menurut Anggito, masih ada tambahan pendapatan lain sebagai kompensasi penerimaan dari lifting. Cuma, Anggito enggan menjelaskan seperti apa kompensasi itu.
Anggito menambahkan, untuk asumsi lainnya yaitu defisit tetap berada di level 2,2% hingga 2,4%, Penerimaan hingga akhir tahun dipeerkirakan mencapai 95%. Selanjutnya, belanja Kementerian/Lembaga mencapai 96,7%. Lalu, stimulus infrastruktur yang sebesar Rp 12,2 triliun akhir tahun diperkirakan mencapai 95%.