JAKARTA. Rekaman percakapan Antasari dan Sigid menunjukkan ada skenario menghabisi Nasrudin Zulkarnain. Kepastian tersebut diterangkan oleh Muhamad Nuh selaku saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Cirus Sinaga. Nuh menegaskan bahwa dalam rekaman yang dianalisis olehnya diketahui ternyata ada persengkongkolan untuk menghabisi Nasrudin.
"Isinya tentang obrolan perencanaan seperti pembunuhan," ujar Nuh kala bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (17/12). Dipercakapan tersebut, Nuh menuturkan, ada beberapa opsi terkait rencana menghabisi Nasrudin. Ia bilang di menit 38 dari rekaman itulah rencana pembunuhan itu disusun.
Dalam rekaman tersebut Sigid sempat menyebut kata kata perampokan. Tapi, Antasari sepertinya tidak menyukai opsi yang disodorkan Sigid. "Berarti persoalan baru itu," ujar Antasari sebagaimana ditirukan saksi ahli.
Keterangan yang bakal mempersulit Antasari Azhar itu diprotes Hotma Sitompul, kuasa hukum Antasari. Hotma menuding, Nuh yang memang mengaku belum pernah sekalipun pernah bertemu dengan Antasari, dipertanyakan oleh Hotma. "Ketika ditanya jaksa, Anda bilang itu suara Antasari. Anda pernah bertemu," sergah Hotma.
Hotma kemudian menuding Nuh diarahkan oleh penyidik Polda. Tapi, Nuh membantah tudingan tersebut. Ia bilang, penyidik tidak dalam kapasitasnya mengajari dirinya soal analisis suara. Lantas, "Dari mana anda tahu ini suara Antasari dan Sigid, anda dengar suara dari mana?," cecar Hotma. M Nuh yang sedikit tersudut kemudian mengatakan, "Dari penyidik," tukasnya.