JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana untuk Program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) hingga Rp 2 triliun per tahun. Tujuannya, untuk meningkatkan populasi sapi di dalam negeri.
Dengan begitu, pasokan daging sapi tidak lagi bergantung pada impor. “Kami mendorong peternak untuk memanfaatkan KUPS ini agar swasembada daging sapi pada 2014 nanti bisa tercapai,” ujar Menteri Pertanian Suswono, akhir pekan lalu.
Tahun lalu, Kementan telah mengucurkan KUPS sebesar Rp 900 miliar. Rencananya, tahun ini, kredit yang digelontorkan bakal mencapai Rp 2 triliun. Dana itu diberikan dalam bentuk subsidi bunga bagi peternak.
Kementan menggandeng sejumlah bank umum dan bank pembangunan daerah dalam penyaluran KUPS. Yakni, BRI, Bank Jatim, Bank DIY, dan Bank Jateng. Saat ini, Kementan sedang memproses kerjasama dengan enam bank lainnya, yaitu Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Sumut, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Nagari Sumbar.
Data Direktorat Jenderal Peternakan Kementan menunjukkan, jumlah sapi potong di negara kita tahun lalu sebanyak 11 juta ekor. Padahal kebutuhan daging sapi per tahun mencapai 13 juta ekor. Populasi sapi ini diperkirakan terus merosot seiring dengan hambatan yang dialami peternak dalam pembibitan.
Tak heran, negara kita terpaksa mengimpor. Bahkan sejak 2007 lalu, impor daging sapi lebih dari 30% kebutuhan daging sapi di dalam negeri, dan tren ini terus menunjukkan peningkatan. Tahun lalu saja, kebutuhan daging sapi di dalam negeri mencapai 393.610 ton. Sedang kan pasokan yang disanggupi peternak lokal hanya 250.810 ton.
Konsultan yang ikut dalam Program KUPS Deddy Edward Tanjung optimistis, penyaluran kredit itu bisa mengurangi ketergantungan impor daging dan menggerakkan pembibitan sapi di dalam negeri. “Saya melihat, usaha pemerintah ini serius dan bisa mencapai target swasembada daging sapi pada 2014 mendatang,” katanya.
Christine Novita Nababan
dibaca sebanyak : 339 Kali