kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Tag

Apple Inc

Logo TikTok di layar smartphone (6/1/2020). REUTERS/Dado Ruvic
Logo TikTok di layar smartphone (6/1/2020). REUTERS/Dado Ruvic

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumen semakin tidak bisa menghindar dari pajak, termasuk pajak atas produk maupun layanan digital. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menambah perusahaan asing sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% atas barang dan jasa digital yang dijual ke pelanggan di Indonesia.

Ada 10 perusahaan digital lagi yang ditunjuk oleh otoritas pajak sebagai pemungut PPN tersebut. Pungutan PPN ini berjalan mulai 1 September 2020.

Ke-10 perusahaan itu telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN dari Ditjen Pajak. Misalnya, Tiktok Pte. Ltd, Facebook Payments International Ltd, Alexa Internet, Amazon.com Services LLC, serta The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte Ltd.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]