kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

APSYFI

Ketua Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPN API), Jemmy Kartiwa S. (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSYFI), Ravi Shankar (kanan), saat berkunjung ke Redaksi KONTAN, Jakarta (20/2). 
Ketua Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPN API), Jemmy Kartiwa S. (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSYFI), Ravi Shankar (kanan), saat berkunjung ke Redaksi KONTAN, Jakarta (20/2). 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh lini industri tekstil dari hulu ke hilir tengah berusaha membenahi bisnis tekstil di Indonesia. Maraknya produk impor dan banyaknya regulasi yang belum sinkron menjadi hambatan utama pertumbuhan industri ini.

Ravi Shankar, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengatakan ramainya barang impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang masuk ke Indonesia mencederai Industri lokal. "Harga barangnya sering tidak wajar dan ini menjadi masalah," ujarnya saat berkunjung ke Kantor Kontan.co.id, Rabu (19/2).

Baca Juga: Pelaku industri tekstil menilai, banyak aturan yang hambat serapan tekstil lokal

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]