kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Tag

Belt and Road

Proyek Kereta Cepat Kurang Dana, KCIC Ajukan Tambahan Utang Rp 16,1 Triliun ke China

Belt and Road
Konsorsium pembangunan kereta api berkecepatan tinggi di Indonesia yang didanai China yakni KCIC, sedang mencari tambahan pinjaman senilai Rp 16,1 triliun atau US$ 1,03 miliar dari China Development Bank (CDB). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsorsium pembangunan kereta api berkecepatan tinggi di Indonesia yang didanai China yakni KCIC, sedang mencari tambahan pinjaman senilai Rp 16,1 triliun atau US$ 1,03 miliar dari China Development Bank (CDB). Utang baru itu untuk mendanai pembengkakan anggaran pada proyek tersebut.

Proyek kereta api cepat senilai US$ 6 miliar, menghadapi pembengkakan biaya karena beberapa masalah. "Termasuk biaya pengadaan tanah yang lebih tinggi, penundaan konstruksi karena pandemi, dan kenaikan harga bahan," kata Dwiyana Slamet Riyadi, Presiden Direktur KCIC, dalam sidang parlemen (9/11).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan total peningkatan biaya diperkirakan mencapai US$ 1,45 miliar dan National Development and Reform Commission (NDRC) China telah menyetujui bahwa 75% dari ini harus didanai oleh pinjaman bank. Sisanya akan dibiayai oleh peningkatan modal pemangku kepentingan. KAI adalah salah satu perusahaan di konsorsium.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]