kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS909.000 -0,87%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Tag

Bogasari

Tepung Terigu kunci biru premium dan segitiga biru produksi BOGASARI dari Indofood.Pho KONTAN/Achmad Fauzie
Tepung Terigu kunci biru premium dan segitiga biru produksi BOGASARI dari Indofood.Pho KONTAN/Achmad Fauzie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri tepung terigu mulai terbebani pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (AS), yang dipicu pandemi korona. Pasalnya, industri terigu dalam negeri masih mengandalkan bahan baku impor.

Mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah bertengger di posisi Rp 16.245 per dollar AS, menguat 1% dibandingkan posisi sehari sebelumnya di level Rp 16.410 per dollar AS. Sementara itu, rupiah di pasar spot berada di posisi Rp 16.205 per dollar AS, melemah tipis 0,03% dari sehari sebelumnya yang sebesar Rp 16.200 per dollar AS.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang mengatakan, porsi biaya pembelian bahan baku gandum berkontribusi sekitar 80% dalam total biaya produksi tepung terigu Bogasari, anak usaha Grup Indofood. Sementara, kebutuhan atas pasokan gandum sepenuhnya diperoleh dari impor.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]