kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tag

Dampak Krisis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Sudah lebih dari 6 bulan, rakyat Indonesia bergulat dengan pandemi Covid-19. Lewat dari 180 hari, pun belum ada tanda-tanda kasus ini akan mereda. Yang terjadi malah sebaliknya, angka jumlah penderita justru menunjukkan trend peningkatan. Tak ada yang berani meramalkan bagaimana kurva ini akan bergerak dan terowongan tersebut akan berujung. Serba kabur, tak jelas, dan hidup keseharian tampak begitu problematis. Bahkan, dalam hal dan kondisi tertentu, problem itu berubah wujud menjadi krisis. Kasusnya lebih berat dan kompleks, sehingga dampaknya pun juga bertambah buruk dan dahsyat. Tak heran, dalam sebuah obrolan ringan, seorang sahabat milenial bertutur lugas, bahwa Tampaknya kita hidup di zaman yang salah!

Alasannya sederhana saja, yakni selama pandemi Covid-19, hanya bayangan tentang problem, problem dan problem yang muncul di benak banyak orang. Saat ini, gambaran tentang optimisme, kegembiraan dan keindahan, tampak begitu jauh dari jangkauan pikiran manusia.

Sekilas pernyataan tersebut terkesan lebay dan menyiratkan keputusasaan. Namun, sesungguhnya tak dapat disalahkan juga, karena demikianlah esensi pengertian problem menurut kamus-kamus terpercaya. Oxford Dictionary, misalnya, mengarti problem sebagai A matter or situation regarded as unwelcome or harmful and needing to be dealt with and overcome. Sementara kamus Merriam Webster mendefinisikan problem sebagai Something that is difficult to deal with ; something that is a source of trouble, worry, etc.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]