kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS1.028.000 0,19%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Tag

Demo Karyawan Lion Air

Batik Air pesawat Airbus 320-200 beroperasi di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA).
Batik Air pesawat Airbus 320-200 beroperasi di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anggota Ombudsman RI sekaligus pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, langkah Kementerian Perhubungan mengganjar sanksi bagi dua operator penerbangan, yakni PT Angkasa Pura II (Persero) dan Batik Air, dinilai belum cukup memecahkan masalah pelanggaran protokol jaga jarak fisik atau physical distancing.

Alvin memandang, hukuman itu harus disertai dengan audit dan evaluasi operasional secara mendalam. "Kemenhub seharusnya tidak hanya memberikan sanksi. Internal pengawasannya juga harus dilihat. Apakah ada kelalaian, bagaimana supaya tidak terjadi lagi," ujar Alvin kepada kontan.co.id, Kamis, (21/5).

Alvin menyebut, audit atau evaluasi lanjutan ini pun harus dilakukan menyeluruh untuk semua operator penerbangan. Bukan hanya menyasar kepada maskapai dan pengelola bandara yang terbukti melanggar, Kemenhub didesak mengevaluasi lembaga navigasi AirNav Indonesia yang memiliki peran dalam mengatur slot perjalanan pesawat.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]