kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tag

E Sport

E Sport
Selain pungutan pajak dari Pemerintah AS, kretor konten digital bakal secara spesifik dibidik Direktorat Jenderal Pajak. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para kretor konten di dunia maya sebaiknya bersiap-siap. Dua pekan lalu, YouTube mengumumkan rencana pemungutan pajak kepada para konten kreator di luar wilayah Amerika Serikat (AS). Sementara dari dalam negeri, pemerintah berencana lebih getol memungut pajak digital baik dari youtuber, tiktoker, selebgram dan lainnya.

Dalam pengumuman secara tertulis, YouTube menyebutkan penghasilan para konten kreator di luar AS yang termasuk dalam YouTube Partner Programme akan dipotong pajak mulai awal Juni 2021. Penghasilan tersebut berasal dari para penonton di AS melalui penayangan iklan, YouTube Premium, Super Chat, Super Stickers dan Channel Memberships.

YouTube yang tak lain adalah bagian dari Google, mengaku bertanggung jawab untuk menjalankan ketentuan Chapter 3 of the US Internal Revenue Code sesuai dengan arahan Pemerintah AS. "Untuk mengumpulkan informasi pajak dari semua pembuat konten yang memonetisasi di luar AS dan memotong pajak dalam kasus tertentu ketika mereka memperoleh penghasilan dari penonton di AS," dikutip dengan penyesuaian dari keterangan tertulis YouTube, Rabu (10/3).

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]