kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

ekonomi

Tahir Foundation mendistribusikan bantuan makanan gratis untuk ojol, sopir taksi, petugas kebersihan jalan (7/4/2020). 
Tahir Foundation mendistribusikan bantuan makanan gratis untuk ojol, sopir taksi, petugas kebersihan jalan (7/4/2020). 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, hampir semua negara di dunia tengah berperang melawan pandemi virus corona, yang tidak hanya mengancam esehatan tapi juga menghamtam sendi-sendi ekonomi. Wabah virus corona, yang kemudian dinamakan Covid-19 ini- bermula dari Hubei, provinsi di pedalaman China. Dalam waktu dua bulan, virus menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru, mulai dari Korea Selatan, Italia, hingga Iran, hingga negara kita. Kematian pertama akibat virus ini juga dilaporkan di Amerika Serikat (AS).

Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyebut pandemi Covid-19 menciptakan krisis ekonomi yang parah, bahkan lebih buruk daripada krisis keuangan global 2008. Menurut dia, tidak pernah dalam sejarah kita menyaksikan ekonomi dunia terhenti. Hal itu diutarakan Georgieva pada konferensi pers di kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, Jumat (3/4/2020).

Memang, efek corona ini tidak hanya pengusaha besar yang terdampak, pelaku UMKM dan sektor informal tak luput merana. Hampir semua level kegiatan ekonomi terpapar. Alhasil, penyebaran Covid-19 menjadi pukulan keras bagi pencari nafkah yang mengandalkan pemasukan harian. Pasalnya, kebijakan kerja dari rumah dan menjaga jarak batas aman atawa social distancing untuk berinteraksi membuat sejumlah kalangan menengah ke bawah seperti jasa ojek online (ojol) morat-marit.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

Close [X]