kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia

Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/
Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sepanjang 2020 Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) masih belum bisa memproyeksikan berapa pertumbuhan industri karet nasional karena masih dibayangi wabah Pestalotiopsis atau penyakit gugur daun pada pohon karet.

Asal tahu saja di tahun 2019, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) sampai memproyeksikan angka produksi karet turun 9,05% year on year (yoy) atau menjadi 3,30 juta ton di sepanjang tahun lalu. Pasalnya, turunnya proyeksi ini akibat menurunnya produksi di tingkat hulu akibat wabah pestalotiopsis.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo belum bisa memproyeksi pertumbuhan industri karet tahun ini karena ketidakpastian hulu yang membuat utilisasi produksi menjadi rendah.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]