kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS988.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Tag

garmen

Para Pelaku Industri TPT Mengkritik Rencana Impor Produk dari Bangladesh

garmen
Industri tekstil skala rumahan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menolak pembukaan impor garmen dari Bangladesh demi memuluskan langkah Indonesia untuk mengekspor Crude Palm Oil (CPO) ke negara tersebut. Hal ini tertuang dalam Indonesia Bangladesh Preferential Tariff Agreement (IB-PTA).

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menyampaikan, industri TPT merasa dikorbankan tatkala ada rencana pembukaan impor garmen dari Bangladesh yang tentu bertolak belakang dengan kebijakan safeguard yang selama ini dijalankan pemerintah.

Padahal, industri TPT termasuk sektor industri yang mampu merangkul para pelaku IKM maupun masyarakat kelas menengah ke bawah sebagai pekerjanya. Terdapat lebih dari 5 juta pekerja dan ribuan pengusaha IKM yang terlibat dalam ekosistem industri TPT dari hulu hingga hilir.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]