kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS940.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.48%
  • RD.CAMPURAN -0.12%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Tag

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Salah satu opsi penyelamatan Garuda Indonesia dari belitan utang, termasuk kredit bank, adalah  melalui skema konversi utang menjadi ekuitas (debt to equity swap). Tapi langkah penyelamatan maskapai pelat merah dengan skema itu bisa ber dampak ke perbankan.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyatakan, umumnya langkah ini cenderung berisiko lebih tinggi. Berbeda dengan surat utang yang memiliki jatuh tempo beserta skema  lebih jelas. 
 
"Debt to equity swap berarti kepemilikan saham tidak ada kepastian profit. Ini bisa jadi sentimen saham bank terkait, otomatis pendapatan menurun. Meski harus dilihat lagi besaran eksposurnya," ujar Wawan kepada KONTAN, Kamis (10/6). 
 
Belum tentu ketika skema debt to equity swap dilaksanakan jumlah ekuitas yang diperoleh sama dengan jumlah kredit yang diberikan.  Bisa saja lebih rendah sebab sering dilakukan di pasar negosiasi bukan primer. 
 
"Ini negosiasi. Debitur akan menghindari total loss, jadi bukan di pasar primer. Biasanya, Garuda  menerbitkan saham baru. Mirip dengan rights issue sehingga belum tentu di harga pasar," jelasnya.
 
Ia bilang untung bagi mengikuti langkah penyelamatan bergantung kepada kinerja Garuda di masa mendatang. Bank mendulang cuan bila di masa depan harga saham Garuda bisa terbang dibandingkan saat skema ini dilakukan.
 
Bergantung Garuda
 
Sementara Kepala Riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma menegaskan, sulit menghitung saham yang diperoleh bank BUMN dalam skema debt to equity, mengingat modal Garuda negatif. "Sedangkan market cap sekitar Rp 6 triliun, lebih rendah dari  total utang," terang Suria.
 
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha menyatakan, akan mempelajari seluruh skema Garuda dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Juga tetap berkoordinasi secara internal termasuk dengan kreditur-kreditur BUMN lain untuk mencari opsi terbaik.
 
"Terkait  penyaluran kredit di sektor transportasi khususnya transportasi udara, Bank Mandiri telah mencatatkan realisasi sebesar Rp 3,7 triliun hingga April 2021 dengan kondisi non performing loan yang sangat terjaga," kata Rudi kepada KONTAN.  Ia mengakui Bank Mandiri juga menjadi salah satu kreditur Garuda dengan kondisi kredit masih level ter mitigasi hingga akhir April 2021.
 
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Ebi Junaidi bilang skema debt to equity swap ini dalam jangka pendek akan membantu keuangan Garuda. Namun dalam jangka panjang, kinerja dari maskapai tertua di Indonesia itu ikut berdampak pada kinerja perbankan sebagai pemegang saham sementara. 
 
Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 36/POJK03/2017 tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modalbank boleh melakukan penyertaan modal sementara pada perusahaan debitur akibat kegagalan kredit, paling lama lima tahun atau hingga perusahaan  memperoleh laba. 
 
Setelah itu bank wajib melakukan divestasi penyertaan modal sementara. Jika dalam kurun waktu tersebut, perusahaan debitur masih merugi, bank harus melapor ke OJK terkait rencana divestasi.                   
BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]