kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

gula kristal rafinasi (GKR)

gula kristal rafinasi (GKR)
Buruh angkut memindahkan karung berisi gula rafinasi yang akan dikirim ke beberapa daerah. KONTAN/Fransiskus Simbolon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemunculan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3 Tahun 2021 menimbulkan  adu pendapat. Ada yang menuding  Permenperin ini memberikan dampak negatif bagi industri makanan dan minuman di Jawa Timur dan memberikan keuntungan bagi pengu saha gula rafinasi.

Namun ada yang bilang  justru aturan tersebut   memiliki arah yang jelas. Yaitu pemisahan antara gula kristal rafinasi untuk industri dan gula kristal putih untuk konsumsi. Bahkan menjaga agar petani tebu terlindungi.

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Jawa Timur (Jatim), Gus Ghufron Achmad Yani menyatakan, keresahan petani tebu karena sulitnya memasarkan gula dari kebun petani setelah membanjirnya gula rafinasi di pasar. Permenperin 03/2021 yang mengizinkan impor gula menyebabkan gula rafinasi merembes ke pasar.  “Aturan tersebut sama sekali tidak mengatur kewajiban membina petani tebu dan menanam tebu sesuai dengan kapasitas produksi,”kata Gus Ghufron, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6).

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]