kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

Harvard University

Turis mengenakan masker di Singapura. REUTERS/Feline Lim
Turis mengenakan masker di Singapura. REUTERS/Feline Lim

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pendekatan yang dilakukan pemerintah Singapura mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Menurut hasil studi terbaru yang dilakukan Harvard terhadap wabah virus corona, Singapura menerapkan "standar emas" untuk pendeteksian kasus. Para peneliti bahkan menyontohkan Singapura sebagai patokan untuk negara-negara lain.

Melansir The Straits Times, hasil studi ini menyimpulkan bahwa jumlah global kasus Covid-19, akan naik 2,8 kali lebih banyak daripada saat ini jika setiap negara lain memiliki kapasitas deteksi yang sama dengan Singapura.

"Kami menganggap deteksi 18 kasus pada 4 Februari 2016 di Singapura sebagai standar emas untuk deteksi nyaris sempurna," tulis empat ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T. H. Chan.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]