kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Tag

Hong Kong

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengangkat kedua tangannya di luar 10 Downing Street saat kampanye Clap for Our Carers sebagai dukungan kepada NHS, menyusul penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di London, Kamis (21/5/2020). REUTERS/Toby Melv
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengangkat kedua tangannya di luar 10 Downing Street saat kampanye Clap for Our Carers sebagai dukungan kepada NHS, menyusul penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di London, Kamis (21/5/2020). REUTERS/Toby Melv

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, Inggris tidak akan meninggalkan orang-orang Hong Kong jika China memberlakukan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional yang bertentangan dengan perjanjian 1984.

Inggris telah memperingatkan China untuk mundur dari jurang UU Keamanan Nasional Hong Kong, yang berisiko menghancurkan salah satu permata ekonomi Asia itu sambil merusak reputasi negeri tembok raksasa.

"Hong Kong berhasil karena rakyatnya bebas," tulis Johnson dalam surat kabar Times of London seperti dikutip Reuters. "Jika China melanjutkan, ini akan bertentangan langsung dengan kewajibannya di bawah deklarasi bersama, perjanjian yang mengikat secara hukum terdaftar di PBB".

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]