kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS909.000 -0,87%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Tag

Infrastruktur Telekomunikasi

People wearing face masks walk past a Huawei store at a shopping mall, following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), in Beijing, China May 18, 2020. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
People wearing face masks walk past a Huawei store at a shopping mall, following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), in Beijing, China May 18, 2020. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

KONTAN.CO.ID - LONDON. Saat wabah corona masih bergentayangan, sepertinya tensi politik global semakin mendidih. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berencana mengurangi peran Huawei dalam jaringan telekomunikasi 5G di negara tersebut. Mengutip Telegraph Selasa (26/5), Johnson menginstruksikan para pejabat Inggris menyusun rencana akan mengurangi peran teknologi China dalam jaringan 5G Inggris.

Tak tanggung-tanggung, Johnson akan mencukur habis peran teknologi Huawei di jaringan 5G Inggris di tahun 2023 mendatang. Rencana Johnson itu menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (G7) bulan depan, yang rencananya berlangsung di Amerika Serikat (AS). Setelah mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, Inggris berharap  meningkatkan hubungan perdagangan dengan AS. Setelah Brexit, hubungan Inggris dan Uni Eropa rada terganggu.
 
Sementara Presiden AS Donald Trump sejak lama melarang penggunaan teknologi Huawei. Termasuk melarang Huawei berbisnis dengan perusahaan asal AS dan sekutu AS. Tuduhannya, Huawei menjadi spionase. Alasannya,Huawei dituding bisa membangun backdoor dalam infrastruktur jaringan yang bisa dipakai pemerintah China untuk aksi spionase. Huawei berulang kali membantah tudingan tersebut. Tudingan ini sudah berulang kali dibantah oleh Huawei.

Kabarnya Trump sudah lama berkomunikasi dengan Johnson terkait Huawei. 

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]