kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

Italia

Medical workers in protective suits treat a patient suffering with coronavirus disease (COVID-19) in an intensive care unit at the Casalpalocco hospital, a hospital in Rome that has been dedicated to treating cases of the disease, Italy, March 24, 2020. R
Medical workers in protective suits treat a patient suffering with coronavirus disease (COVID-19) in an intensive care unit at the Casalpalocco hospital, a hospital in Rome that has been dedicated to treating cases of the disease, Italy, March 24, 2020. R

KONTAN.CO.ID - MILAN. Cerita miris akibat kurangnya tenaga medis dan alat perlindungan diri (APD) juga terjadi di Italia. Salah satu warga Italia, Silvia Bertuletti menceritakan, dirinya perlu 11 hari untuk bisa membujuk seorang dokter lewat sambungan telepon agar bersedia mengunjungi rumahnya guna memeriksa ayahnya yang berusia 78 tahun, Alessandro. Sang ayah belakangan menderita demam dan kesulitan bernafas.

Ketika seorang dokter panggilan pergi ke rumahnya di dekat Bergamo, di pusat penyebaran virus corona di Italia utara, pada malam 18 Maret, sudah terlambat. Alessandro Bertuletti dinyatakan meninggal pada pukul 1:10 pagi pada 19 Maret, 10 menit sebelum ambulans yang dipanggil beberapa jam sebelumnya tiba. Satu-satunya obat yang ia resepkan, melalui telepon, adalah obat penghilang rasa sakit ringan dan antibiotik.

"Ayah saya dibiarkan mati sendirian, di rumah, tanpa bantuan. Kami ditinggalkan begitu saja. Tidak ada yang layak mendapatkan perlakuan seperti itu," ujar Bertuletti seperti dikutip Reuters, Senin (6/4).

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

Close [X]