kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Tag

JPFA

JPFA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi inti Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari konsensus dinilai bisa meningkatkan risiko kebijakan moneter yang lebih agresif. Hal ini mengarah pada meluasnya sikap untuk menghindari risiko (risk-off), meredupnya prospek pertumbuhan, serta menguatnya nilai tukar dolar AS.

Namun, Equity Research Division Head BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menilai, terdapat sejumlah sektor yang bisa menjadi safe haven selama terjadinya gejolak pasar jangka pendek, diantaranya emiten yang berkaitan dengan konsumsi domestik, ketahanan pangan dan energi, serta emiten yang penghasilannya berupa dolar AS.

Dengan membaiknya kegiatan ekonomi, ditambah dengan kepercayaan konsumen yang lebih kuat, Helmy memperkirakan pertumbuhan ekonomi inklusif akan tetap terjadi, yang bermuara pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang lebih solid.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]