kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tag

komuter Jabodetabek

komuter Jabodetabek
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menjemput penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sistem transportasi massal Jabodetabek yang belum sepenuhnya terintegrasi membuat warga harus bersiasat dengan pilihan angkutan yang efisien dari segi biaya dan waktu. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan, 5,7 juta dari total 26,4 juta perjalanan harian di Ibu Kota menggunakan transportasi publik.

Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dalam penelitian “Peran Transportasi Daring dalam Penggunaan Transportasi Massal: Gagasan Integrasi Antar Moda dalam Periode Adaptasi Kebiasaan Baru” mencoba mengeksplorasi bagaimana pilihan-pilihan moda komuter Jabodetabek dan menggali sejauh mana integrasi transportasi antar moda di Jabodetabek telah mampu menyediakan pilihan-pilihan agar masyarakat dapat beraktivitas sehari-hari secara efisien.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam diskusi publik dengan Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, TransJakarta pada akhir Juli lalu. Diskusi ini juga mengundang Grab Indonesia sebagai penyedia ride-hailing, atau yang lebih populer disebut “transportasi online.”

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]