kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.42%
  • RD.CAMPURAN -0.06%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Tag

kredit macet

kredit macet

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan kredit  bermasalah   (NPL) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2019 yang sebesar 23,39% telah menarik perhatian Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penyidik jaksa menilai, pembiayaan LPEI kepada sembilan debitur dilakukan tanpa prinsip tata kelola yang baik. Akibatnya, NPL meningkat dan perusahaan ini mencatatkan kerugian tahun berjalan sebesar Rp 4,7 triliun.
Kejagung  mulai melakukan penyidikan dugaan korupsi pada Juni lalu. Bahkan, mereka telah memeriksa pihak manajemen dan perusahaan terkait untuk mengungkap kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan, penyidik telah memeriksa enam orang saksi pada Rabu (30/6) kemarin.
Menurut Leonard, LPEI diduga telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada Group Walet, Group Johan Darsono, Duniatex Group, Group Bara Jaya Utama, Group Arkha, PT Cipta Srigati Lestari, PT Lautan Harmoni Sejahtera dan PT Kemilau Harapan Prima serta PT Kemilau Kemas Timur dan pembiayaan kepada para debitur tersebut.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]