kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.40%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Tag

makroekonomi

makroekonomi
Warga berada di kawasan karantina wilayah terbatas atau lockdown skala mikro di Jalan Intan Berduri, Kawasan Sumur Batu, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021). Yuk hitung-hitung, segini potensi kerugian ekonomi dengan atau tanpa lockdown.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, penanganan pandemi dengan kuncitara (lockdown) akan lebih efektif. 

Apalagi, bila menilik ke belakang, pemerintah sudah mencoba berbagai cara seperti PSBB maupun PPKM, tetapi angka positif masih tinggi. “Sehingga, sebaiknya lockdown menjadi senjata pamungkas yang harus dilakukan,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (24/6). 

Bhima menambahkan, dengan lockdown atau tanpa lockdown, memang bakal ada kerugian produk domestik bruto (PDB), tetapi kerugian PDB dengan lockdown akan jauh lebih kecil dari kerugian tanpa lockdown.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]