kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

non performing finance (NPF)

non performing finance (NPF)

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku sejak Juli dan terus hingga saat ini belum berpengaruh pada  rasio kredit macet atau non performing finance (NPF) multifinance. Bahkan tren melandai dari posisi tertingginya tahun ini di level 4,05% pada Mei lalu.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juli 2021 NPF multifinance berada di level 3,95%, membaik dari bulan Juni di 3,96%. Jika dibandingkan secara tahunan, NPF multifinance di periode sama tahun lalu sebesar 5,60%.
 
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)  Suwandi Wiratno menyebutkan, multifinance bisa menjaga NPF dibantu dengan adanya kehadiran Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). “Dengan adanya SLIK ini, debitur yang gak bayar, pasti tidak akan bisa lagi mendapatkan pembiayaan,” ujar Suwandi, Rabu (1/9).
 
Selain itu, adanya program restrukturisasi yang ditujukan untuk nasabah terdampak Covid-19 juga masih membantu multifinance untuk menjaga kualitas kreditnya. Meski begitu, volume pembiayaannya masih turun.
 
BCA Finance jadi salah satu multifinance yang juga menggunakan SLIK untuk menjaga kualitas kredit. NPF anak usaha dari BCA ini turun menjadi 2,5% di Agustus dari NPF di semester I 20210 yang mencapai 4,24%.
 
“Kami memanfaatkan informasi SLIK untuk mendeteksi calon konsumen yang mempunyai karakter jelek,” ujar Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim, Rabu (1/9).
 
Meskipun mitigasi resiko sudah dilakukan, Roni pun tak menampik bahwa ada kekhawatiran NPF bisa kembali naik. Terlebih, jika kondisi Covid-19 kembali memburuk.
 
Sementara Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) William Francis justru tetap optimistis NPF perusahaannya akan terus membaik hingga akhir tahun. NPF perusahaan ini sudah membaik ke level 1,5% per Agustus 2021 setelah menanjak dari posisi  1% di awal tahun.
 
Sementara itu, Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo memprediksi NPF Clipan Finance di Agustus akan sedikit naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,32%. Clipan akan jaga kualitas kredit dengan verifikasi ketat pembiayaan baru.   
BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]