kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS926.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tag

pertashop

pertashop
Pertashop

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bisnis pom bensin atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) skala kecil mulai menjamur. Sejumlah pengelola, yakni Pertamina, Shell, BP AKR terus menambah unit SPBU mini di berbagai daerah. Ketiga perusahaan itu juga menawarkan skema kemitraan .

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading, Putut Andriatno mengatakan, jaringan Pertamina Shop alias Pertashop terus bertambah. Sampai akhir Agustus 2021, Pertamina mencatat terdapat 2.416 unit Pertashop yang sudah beroperasi sejak awal tahun. "Sebanyak 2.416 Pertashop beroperasi secara ytd (year-to-date) per 31 Agustus (2021),"  ujar dia kepada KONTAN, Kamis (9/9).
 
Pertashop merupakan outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, serta produk ritel Pertamina lainnya. Pertamina menawarkan kemitraan Pertashop dalam tiga skema, yaitu skema gold dengan modal Rp 250 juta, skema platinum dengan modal Rp 400 juta, serta diamond dengan modal Rp 500 juta.

Pada akhir tahun 2020 lalu,  jumlah unit Pertashop yang sudah beroperasi berjumlah 606 unit. Dus berdasarkan hitungan KONTAN, kini sudah terdapat 3.022 unit Pertashop yang tersebar di sejumlah daerah secara kumulatif.

Penambahan 2.416 unit Pertashop pada tahun ini dilakukan dalam rangka mengejar target penambahan 10.000 unit Pertashop baru pada tahun ini. Putut bilang, saat ini pihaknya sedang mengupayakan mengejar target penambahan Pertashop tersebut.
 
Untungnya, program kemitraan Pertashop Pertamina cukup ramai peminat. Saat ini terdapat 5.000-an pendaftar yang berminat menjadi mitra Pertashop. "Saat ini yang mendaftar di website sudah banyak, sedang tahap evaluasi kelayakan," kata Putut.
 
Operator lainnya, Shell Indonesia juga berharap jaringan SPBU Shell Modular bisa terus bertambah. Head of Dealer-owned Network Shell Indonesia, Agung Saputra mengatakan, SPBU Modular memiliki prospek bagus untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya di kota-kota lapis kedua agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
 
"Dengan hadirnya SPBU Shell Modular di luar kota-kota besar, kami berharap produk bahan bakar dan layanan berkualitas kami dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat dan mendukung mobilitas serta berbagai aktivitas ekonomi di wilayah tersebut," kata Agung kepada KONTAN, Kamis (9/9).
 
Dalam mengembangkan bisnis SPBU mini tersebut, Shell menggandeng para pengusaha daerah dalam program Mitra Dealer Shell. Nilai investasi untuk mendirikan SPBU Shell Modular ini berkisar Rp 1 miliar-Rp 1,5 miliar di luar aset tanah minimal seluas 1.000 m², yang telah dimiliki calon mitra.
 
Saat ini Shell memiliki enam SPBU Shell Modular yang sudah beroperasi secara total. Lokasinya tersebar di Jombang, Cirebon, Pasir Angin Bogor, Karawang, Serang Barat serta Cilegon. Seluruhnya dikembangkan dengan model Kemitraan Dealer Shell. "Kami tentu berharap ke depannya [jumlah SPBU Modular] dapat terus tumbuh," ujar Agung.
 
Sementara itu, BP AKR Fuels Retail, perusahaan patungan antara British Petroleum (BP) dan PT AKR Corporindo juga berencana menggarap bisnis SPBU mini.
 
Head of Network Planning and Acquisition BP-AKR, Benny Oktaviano mengatakan mereka menyebutnya sebagai SPBU compact site. "Jadi kita menggunakan konsep SPBU baru yang menggunakan kontainer dan mampu juga melayani customer seperti SPBU pada umumnya," kata dia dalam acara yang digelar secara virtual tersebut (9/9).
 
BP-AKR akan membangun empat SPBU mini di sejumlah wilayah. Salah satunya di Jawa Timur. Pengembangan SPBU mini adalah salah satu target yang tengah dikejar BP-AKR tahun ini.      
BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]