kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS928.000 1,42%
  • RD.SAHAM 0.48%
  • RD.CAMPURAN 0.24%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Tag

peso

Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Bloomberg menunjukkan, baht Thailand merupakan mata uang berkinerja terbaik di Asia pada tahun lalu. Pemenang tahun ini tampaknya telah diputuskan: rupiah Indonesia.

Mata uang negara terpadat di Asia Tenggara itu telah mencatatkan reli selama tujuh minggu berturut-turut karena imbal hasil yang ditawarkan oleh surat utang pemerintah negara itu memikat trader. Bank sentral Indonesia mengatakan, pihaknya akan memungkinkan penguatan lebih lanjut untuk rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, surat utang dalam mata uang lokal menawarkan imbal hasil antara 5% hingga 8%, prospek yang memikat bagi investor yang ingin melakukan carry trade yang berupaya memanfaatkan dari perbedaan suku bunga antara kedua negara. Jika mereka merasa cukup berani untuk mengeksekusinya tanpa lindung nilai mata uang, investor akan mendapat imbalan lebih besar jika rupiah terus menguat.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]