kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS783.000 0,51%
  • RD.SAHAM -0.03%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Tag

PKP2B

FILE PHOTO: Dump trucks haul coal and sediment at the Black Butte coal mine outside Rock Springs, Wyoming, U.S. April 4, 2017. REUTERS/Jim Urquhart/File Photo
FILE PHOTO: Dump trucks haul coal and sediment at the Black Butte coal mine outside Rock Springs, Wyoming, U.S. April 4, 2017. REUTERS/Jim Urquhart/File Photo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang-Undang No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) membatasi luas lahan pertambangan batubara hanya 15.000 hektare (ha). Ketentuan ini sontak menimbulkan polemik terutama bagi tambang batubara raksasa yang habis masa kontraknya karena luas areanya bisa menciut.

Kini, perpanjangan kontrak bisnis tambang batubara nampaknya bakal ada kepastian. Pasalnya, dalam draf RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja, tak membatasi luas wilayah operasi produksi Perizinan Berusaha Pertambangan Khusus (PBPK). Artinya, ini menjadi karpet merah bagi pebisnis batubara lantaran luas tambangnya tidak jadi menciut.

Sebagai catatan, ada tujuh perusahaan tambang batubara pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) yang akan habis masa kontraknya dan harus diperpanjang.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

Close [X]