kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS783.000 0,51%
  • RD.SAHAM -0.03%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Tag

Pollux Habibie International

Proyek superblok Pollux Meisterstadt Batam
Proyek superblok Pollux Meisterstadt Batam

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pollux Meisterstadt Batam atau Pollux Habibie memastikan pagar pembatas proyek yang sedang dikembangkan perusahan akan aman jika terjadi hujan deras dan angin kencang dengan dibangunnya saluran selokan yang sudah terkoneksi dengan drainase umum.

Seperti diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Batam Rabu (29/1) lalu sempat mengakibatkan tembok pagar kolam resapan di depan area ruko Blok F kawasan mega superblok Pollux Meisterstadt Batam atau Pollux Habibie Batam rubuh serta mengalirkan sejumlah material bangunan tembok ke arah Perumahan Citra Batam yang lokasinya bersisian langsung dengan dinding sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut. 

General Manager Pollux Meisterstadt Batam Richie Laseduw mengatakan, musibah yang sifatnya force majeur ini terjadi akibat belom terkoneksinya antara drainase di dalam proyek dengan drainase kota sehingga menyebabkan area resapan menjadi meluap dan meruntuhkan dinding.

“Memang benar, karena meluap, air cukup banyak tertampung pada area kolam resapan depan Ruko Blok F dan mengalir ke tembok pagar kolam resapan sehingga mengakibatkan pagar tersebut roboh. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan drainase yang belum terhubung,” kata Richie dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (4/2).

Richie mengatakan, pihaknya selaku pengembang bertanggung jawab dan langsung melakukan beberapa langkah terkait diantaranya meminta pihak kontraktor untuk segera melakukan pembersihan di area-area yang terkena dampak dari robohnya pagar serta mendata rumah-rumah dan barang milik warga di Perumahan Citra Batam yang terkena kerusakan untuk selanjutnya dilakukan penggantian kerugian. 


Menurut Richie, tak kurang sebanyak 75 tenaga harian, staff dan security Pollux Meisterstadt yang dibantu sejumlah warga, Pemerintah Kota serta pihak kepolisian sudah turun ke lokasi untuk bekerjasama melakukan pembersihan. Sebanyak tiga unit excavator dan tujuh unit dumptruck juga diturunkan ke lokasi kejadian untuk mempermudah pembersihan puing-puing beton.

“Sehari setelah kejadian atau pada tanggal 30 Januari 2020 kemarin sekitar pukul 05.00, jalanan yang tertutup puing dan lumpur sudah bersih dan kembali dapat dilalui kendaraan. Meski begitu, pembersihan masih tetap berlangsung sampai hari ini hingga esok. Bahkan tenaga harian kembali kita tambahkan sekitar 50 orang,” jelas Richie.

Selain melakukan pembersihan, sebagai antisipasi penanggulangan sementara, lanjut Richie, dalam lahan proyek juga sudah dibuatkan tambahan kolam retensi dan pompa sebanyak tiga unit. Hal ini dilakukan sambil menunggu pembangunan tembok pagar kolam resapan yang baru. Nantinya akan dilakukan perhitungan dan redesain ulang untuk bangunan pagar dan saluran di dalam lahan proyek maupun di luar proyek. Termasuk, juga akan dibuat dua buah sumur resapan yang berada di lokasi perumahan Citra, sesuai desain konsultan Amdal. 

Selanjutnya, Pollux akan meminta persetujuan dinas terkait untuk penetapan desain pagar baru berikut perhitungannya. Pengembang ini berjanji akan membuat kembali bangunan tembok pagar kolam resapan di depan ruko Blok F tersebut secepat mungkin.

Richie menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjamin pembangunan proyek Pollux Habibie Batam dengan senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan, baik kepada pekerja proyek maupun masyarakat sekitar.


Sementara Manager Managemen Konstruksi Pollux Meisterstadt berharap musibah serupa tidak akan terulang lagi dengan terkoneksinya drainase di dalam proyek Pollux Habibie Batam dan drainase kota. “Bisa dipastikan ke depannya keberadaan pagar pemisah cukup aman dikarenakan saluran selokan yang sudah terkoneksi dengan drainase umum,” pungkas Bima.

Adapun Dian Adi Cahyono, Project Manager PT PP (Persero) Tbk selaku Main Contractor proyek pembangunan Pollux Habibie membantah isu yang berkembang di masyarakat yang menyebut konstruksi bangunan apartemen Pollux Habibie mengalami kemiringan sehingga dianggap tidak layak.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

Close [X]