kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Tag

rangkul ADHA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA, KOMPAS — Penanganan anak dengan HIV di DKI Jakarta belum optimal karena stigma masyarakat terhadap mereka yang berlebihan. Sejumlah kalangan masih beranggapan anak dengan HIV mudah menularkan penyakit sehingga mereka layak dijauhi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Jumat (19/7/2019), mengatakan, stigma yang berlebihan itu berujung pada keengganan masyarakat yang memiliki faktor risiko penularan HIV untuk memeriksakan status HIV mereka. Alhasil, pemerintah semakin sulit membongkar fenomena gunung es pengidap HIV.

”Pengidap yang ditemukan sekarang itu baru 50 persen dari estimasi. Jadi, kalau ada data (pengidap) menurun pun jangan diinterpretasikan keberhasilan, malah bisa saja dibilang program tidur. Itu karena belum semua teridentifikasi. Kami masih dalam tahap membongkar gunung es,” ujar Dwi.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]