kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS913.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Tag

sengketa merek

sengketa merek

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi pemalsuan produk atau merek sudah menjadi isu global yang menarik perhatian, termasuk di Indonesia. Apalagi, nilai kerugian akibat pemalsuan merek ini terus melesat dalam kurun lima tahun terakhir

Salah satu penyebab maraknya pemalsuan merek disinyalir akibat rumitnya pendaftaran merek. Oleh karena itu, kini pemerintah tengah menawarkan kemudahan pengurusan dan pendaftaran merek, baik dari sisi waktu maupun biaya. Undang-Undang (UU) Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, misalnya, mengatur  bahwa proses pengajuan merek menjadi maksimal hanya tiga bulan.

Freddy Harris, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan,  pendaftaran merek ini juga bisa mengurangi terjadinya pemalsuan merek yang ini kerap terjadi di Indonesia. Selain itu,  ada beberapa faktor yang menyebabkan minat pengusaha tidak mendaftarkan merek sendiri. Misalnya kurangnya edukasi kepada pelaku usaha terutama kalangan UMKM.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]