kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS938.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tag

UMKM

Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KONTAN/Cheppy A. Muchlis
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KONTAN/Cheppy A. Muchlis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengeluarkan beleid baru terkait aksi merger dan akuisisi di industri fintech lending. Ini untuk memberi kesempatan fintech bermodal cekak agar bisa tumbuh dan berkembang dengan merger atau akuisisi.

Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan batas modal minimum pendirian perusahaan fintech dari sebelumnya Rp 2,5 miliar menjadi Rp 15 miliar. Nilai itu berdasarkan masuk dari para penyelenggaraan fintech lending.

Dalam rancangan POJK baru, "Kami merencanakan pasal terkait peleburan dan penggabungan. Jadi kalau ada fintech yang mau melebur dan menggabungkan sudah dipersiapkan pasal per pasal dan aturan POJK yang baru," kata Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan dalam diskusi virtual, Rabu (25/11).

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]