kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.40%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Tag

vaksin covid-19 Sinopharm

vaksin covid-19 Sinopharm
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinopharm dalam program vaksinasi gotong royong di PT Gajah Tunggal Tbk, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Senin (24/5/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus infeksi virus corona di Seychelles mengundang perhatian dunia, belakangan ini. Seperti India, kasus baru di kepulauan yang berada di Afrika Timur itu melonjak tinggi. Pada pertengahan Mei, mengutip berita BBC, rerata kasus infeksi baru dalam tujuh hari di Seychelles mencapai 400 kasus per hari, delapan kali lipat daripada rerata yang terjadi sejak tahun ini, yaitu 50 kasus per hari.

Namun tidak seperti di India, lonjakan kasus baru itu tidak diikuti dengan krisis fasilitas kesehatan. Selain karena kecenderungan peningkatan tidak bertahan lama, dampak yang dialami orang yang terinfeksi juga tidak parah. Pemerintah kepulauan itu mencatat, dua pertiga dari kasus baru yang dilaporkan di bulan Mei memperlihatkan gejala yang ringan, atau bahkan tanpa gejala. Demikian pernyataan Komisioner Kesehatan Seychelles, Jude Gedeon, yang dikutip BBC.

Lalu, mengapa peningkatan infeksi virus corona di Seychelles menjadi perhatian dunia? Alasannya adalah negeri kepulauan di Samudera Hindia itu merupakan negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Kementerian kesehatan negeri kepulauan itu, yang dikutip BBC, menyatakan, 60% dari penduduknya yang berkisar 100.000 jiwa, telah mendapat suntikan vaksin sebanyak dua kali.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]